Selasa, 27 Agustus 2013

RAKOR II FASILITATOR KABUPATEN SUMEDANG


peserta rakor-2 bulan agustus 2013


SUMEDANG, SENIN 26 AGUSTUS 2013

Rakor kali ini di adakan di aula PLN Sumedang dengan di hadiri oleh Fasilitator di kabupaten Sumedang.
Seperti biasa, Rakor di mulai dengan info management yang di bawakan oleh Faskab Sumedang, Ibu Nunung.

Info management yang disampaikan antara lain :
  1.  Info dari Satker tentang pemberitahuan agar hadir (UPK dari 9 kecamatan) pada hari selasa guna syarat kelengkapan dalam pengajuan DDUB.
  2. Info dari KMW/ RMC tentang Nodin 135 perihal pelaporan tahapan & kondisi pencairan apabila 1-2 bulan tahapan stagnan.
  3. Untuk review RPJMDes RKPDes, dari bulan agustus sampai september ini semua kecamatan di kabupaten sumedang telah dilaksanakan.
Setelah info management yang disampaikan, di lanjut dengan materi yang dibawakan oleh Kang Ade (FT Cimalaka) dengan judul "KONSEP,TITIK KRITIS DAN STRATEGI PRA AUDIT ANTAR KECAMATAN".
Bahasan materi tersebut berkenaan dengan kegiatan pra audit antar kecamatan yang akan di lakukan serempak pada bulan September 2013.
Hal-hal yang diperlu di perhatikan dalam Pra Audit ini menurut Kang Ade antara lain :
  • pemeriksaan harus dilakukan secara teliti, detail, objektif dan profesional
  • apabila ada komentar pada setiap item yang ada pada form pemeriksaan dapat di tulis pada kolom penjelasan dan di tanda tangani untuk kelengkapan informasi
  • dalam pemilihan desa yang akan di periksa adalah 2 desa dengan catatan desa yang memiliki progress 50% dan 80%.
  • format pemerikasaan yang digunakan adalah form 67a s/d 67m
  • untuk pemeriksaan bronjong, TPT menggunakan form pemeriksaan jalan (pengamanan tebing)
  • yang melaksanakan pra audit adalah UPK, FK, FT, PL, TPK, KPMD masing-masing 1 orang
  • kriteria penilaian :
                    >= 80%                 adalah sangat baik
                    >=60%<80%         adalah baik
                    >=40%<60%         adalah cukup
                    >=20%<40%         adalah kurang
                
Dengan penilaian : Cukup (C), Agak Kurang (AK), Kurang (K) 
menggunakan rumus :
untuk % kualitas


dimana N = C + AK + K


Setelah Kang Ade dilanjut dengan tambahan dari Bpk Salim (Fastekab) tentang :
  • Juknis Pra Audit ada di Form 68
  • Pelaku minimal 2 orang dari TPK
  • Faskab akan memberikan Surat Pemberitahuan ke Kecamatan melalui Satker


setelah beberapa tanya jawab dengan P Salim, acara dilanjutkan dengan pembawaan materi oleh Bpk Cucu (FK Ganeas) dengan judul "PEMBANGUNAN KAWASAN DESA". dalam materinya kali ini Bpk Cucu mengulas tentang Draft panduan fasilitasi pemilihan kegiatan berbasis kawasan/ antar kampung.
latar belakang dari materi ini adalah :
  • banyaknya kritik atas pola/hasil pelaksanaan kegiatan
  • koneksitas antar kecamatan\optimalisasi fungsi kegiatan dan BLM
  • minimalisasi konflik antar kampung (ex : SAB sumber air sama, jalan tidak nyambung)
dalam materi ini di bahas pula tentang mengoptimalisasi dana kegiatan dan fungsi dan manfaat hasil kegiatan. serta langkah-langkah dalam fasilitasi kegiatan berbasis kawasan/ antar kampung ini.
 (yang mau baca persentasinya bisa download dengan mengklik link di bawah)
http://www.4shared.com/file/T_nWlWJj/PANDUAN_FASILITASI_KEGIATAN_AN.html

setelah tanya jawab agenda di lanjutkan dengan makan siang dan Sholat.

setelah istirahat agenda dilanjutkan dengan pembinaan dari FMS (Bpk Agus Wardana), pada rakor kedua kali ini Fasilitator Kabupaten Sumedang di kunjungi oleh Bpk Agus dari RMC-3.
setelah perkenalan dengan beliau acara dilanjutkan dengan "pembahasan PTO" yang dalam rakor sebelumnya telah dibagi per cluster. semua fasilitator berdiskusi sesuai dengan clusternya masing-masing dan memberikan kesimpulan berupa usulan revisi PTO yang telah di bagikan pada Rakor sebelumnya.
(matrik revisi PTO http://www.4shared.com/rar/YxyUasZM/Matrik_Revisi_PTO_Final.html )

Demikian ulasan rakor kedua pada bulan agustus ini, usulan dan hal - hal yang di kemukakan dalam rakor kali ini akan ditindaklanjuti bersama dan di jalankan sesuai dengan petunjuk yang di sepakati.

TETAP SEMANGAT FASILITATOR

Rabu, 21 Agustus 2013

RAKOR FASILITATOR KAB. SUMEDANG



Kampung TOGA Sumedang 20 Agustus 2013


Setelah menikmati libur panjang lebaran kali ini, seluruh Fasilitator Kab. Sumedang sepakat
berkumpul di Kampung Toga dalam rangka Rapat Koordinasi yang diadakan rutin 2 kali dalam 1 bulan sekaligus acara Halal bihalal bersama seluruh Fasilitator termasuk fasilitator GSC  Kab. Sumedang. 
Rakor kali ini dihadiri pula oleh 2 tamu dari propinsi yaitu Bpk Rohman (MIS propinsi) dan Bpk Pepi Permadi (spesialis Generasi).
 
Sesuai jadwal kepanitiaan, Rakor kali ini di adakan oleh cluster II yang terdiri dari Fasilitator Kec. Cisarua, Kec. Tanjungkerta, Kec. Tanjungmedar, Kec. Surian, Kec. Cimalaka dan Kec. Ganeas.  
Dengan moderator ibu nunung fasilitator dari Kec cisarua Rakor 20 Agustus 2013 ini di buka tepat pukul 10.00 WIB.

Agenda pertama adalah adalah sambutan dari Bpk Rohman yang tentunya memberikan informasi  serta beberapa arahan tentang laporan-laporan kabupaten yang berkaitan dengan pelaporan secara softfile, intinya laporan-laporan tersebut harus sinkron antara laporan Protak, Protan dan DB UPK.
Agenda kedua adalah sambutan dari Bpk pepi tentang informasi audit Generasi yang berkenaan dengan sejauh mana implementasi yang ada serta  informasi tambahan dana untuk kegiatan REDUCE STUNTING.

Agenda selanjutnya adalah info dari Faskab, Ibu Nunung tentang :

INFO PROGRESS PENCAIRAN BLM

PNPM MPD 
  •   BLM Tahap I , 23 kecamatan  : Rp 8.000.000.000 
  •   BLM Tahap II ,20 kecamatan  : Rp 6.107.500.000
  •   DOK MPd Tahap I : Rp 741.649.600
  •   DOK PL-UPK : Rp 72.000.000
  •  DOK RBM Tahap I : Rp 60.000.000
Sehingga total keseluruhannya adalah : Rp 14.981.149.6
BLM dan DOK Integrasi
  •  BLM Integrasi 12 Kecamatan : Rp 1.926.497.250 Yang belum : Jatinangor, Conggeang, Cisarua, Cisitu, Rancakalong
  • DOK Integrasi 15 Kecamatan : Rp 111.260.000 Yang belum : Ujungjaya, Tanjungsari, Sumedang Selatan, Situraja, Rancakalong, Paseh, Pamulihan, Jatinunggal, Jatinangor, Conggeang, Cisitu

Untuk info Pencairan DDUB adalah sebagai berikut :
 
  • DDUB PNPM MPd , 9 Kecamatan (Wado, Darmaraja, Cisitu, Conggeang, Sukasari, Sumut, Ganeas, Cisarua, Tomo), total Rp Rp 382.500.000
  • 14 Kecamatan lagi masih proses SP2D
  • DDUB PNPM Integrasi ....?masih proses, yang belum mengajukan : Cisitu, Conggeang, Rancakalong, Jatinangor, Ujungjaya.

Selanjutnya adalah info PROGRESS PENGGUNAAN BLM

PNPM MPd
  • BLM  23 kecamatan  : Rp  10.619.534.850
  • DOK MPd Tahap I : Rp  290.861.800
  • DOK PL-UPK : Rp 9.000.000
  • DOK RBM Tahap I : Rp 16.000.000
Sehingga total keseluruhannya adalah : Rp 10.935.396.650


Selain informasi  tersebut  Ibu Nunung memberikan arahan arahan tentang teknis pelaporan protak kepada seluruh Fasilitator yang isinya antara lain :
  • Data pencairan dan penggunaan BLM dan DOK dalam Protak harus sama dengan Form Realisasi Pencairan Dana BLM dan Form Realisasi Penggunaan DOK atau Form Penyerapan DOK 
  • FK,FT agar mengontrol pencatatan di Kas, Bank, Bukti Transaksi dan validasi pelaporan UPK
  • Yang dilaporkan dalam Protak per minggu adalah data akumulasi s.d. Minggu ini  (jangan progress minggu ini saja)
  • Pengisian Skema harus konsisten, untuk semua kecamatan Kab. Sumedang skema yang  diisi adalah SKEMA 1 (SATU) : Perencanaan dengan skema Integrasi.
  • Jumlah partisipasi masyarakat harus diisi dan di update
  • Tidak boleh ada penuruanan dana (pencairan, penyaluran, dan penggunaan)
  • Tidak boleh ada tahapan yang hilang, penurunan tahapan,dan tahapan yang dilewat
  • Gunakan protak versi terkini (versi 19.0)
Arahan- arahan tersebut  berdasarkan dari hasil feedback dari propinsi. Action yang akan dilakukan guna memperbaiki kualitas laporan tersebut adalah :
 
Protak terkini  dari Ass MIS kabupaten akan digenerate untuk masing-masing kecamatan  dan akan dikirim ke email FK untuk selanjutnya agar di download dan di gunakan”.

Selain  info di atas ada pula info untuk Kegiatan Bulan Agustus 2013 diantaranya :
  1. Penilaian Sikompak Award untuk UPK, PPD, dan PL tanggal 27 Agustus 2013
  2. Pelatihan Setrawan Kecamatan dan PjOK tanggal 21-25 Agustus 2013
  3. Penyusunan Modul RBM tanggal 16 dan 29 Agustus 2013
  4. Koordinasi dengan BPKP Jawa Barat tentang Jawaban Temuan BPKP TA 2012 tgl 22 Agustus 2013

Dan untuk Rencana Kegiatan September 2013 antara lain :
  1. Pra Audit antar Kecamatan
  2. Rakor Propinsi
  3. Pelatihan Penyegaran FK dan FT baru (penempatan 2011/2012)
  4. Kunjungan Asosiasi UPK Kotim Kalteng  Tanggal 18,19,20 September 2013, ke 3 kecamatan (Rancakalong, Tanjungkerta, Darmaraja). Perlu bantuan FK/FT berkaitan dengan pengadaan kostum dan sarana transportasi.
  5. Pelatihan KaderTeknik minggu III September 2013
  6. TOT TPM, Pelatihan CBM dan Budaya kegiatan RBM
  7. Audit Internal TA 2013 (prirotas yg audit internal TA 2012 belum maksimal).
 Dalam agendanya kali ini, Ibu nunung memberikan info lain yang berkenaan dengan Revisi PTO PNPM MPd Matrik PTO serta info tentang Kemitraan dengan Dinkes Dalam rangka CLTS : Community Led Total Sanitasi (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
link powerpoint : http://www.4shared.com/office/ZcxhoHzA/Info_Rakor_20_Agst_2013.html

Untuk agenda selanjutnya adalah info dari Bpk Salim tentang laporan PROTAN bulan juli yang sudah OK, akan tetapi untuk laporan RKTL Fasilitator di mohon untuk mengupdatenya.


Di sambung oleh PNPM Generasi yang membawakan materi “ KOMITMEN PELAKSANAAN TUPOKSI FK DAN TEAM WORK SEBAGAI UPAYA KEBERHASILAN PELAKSANAAN KEGIATAN PNPM GENERASI KABUPATEN SUMEDANG”. Dalam agendanya kali ini Ibu Grace memberikan info management :



  1. Pelaksanaan Audit Internal KMN mulai 13 – 16 Agustus di 5 kecamatan (Cimalaka, Paseh, Buahdua, Tomo dan Pamulihan)
  2. Audit Internal Sp Provinsi Tanggal 20 – 24 Agustus 2013 (Kecamatan Ganeas, Situraja dan Wado)
  3. 1 Maret 2013 KMN mulai aktif secara optimal dan per 1 Juli 2013 sudah dikelola oleh Perusahaan Pengelola Administrasi (PPA), sehingga perjalanan dinas team NMC dilaksanakan 1 bulan 2 kali / spesialis NMC  (9 orang)
  4. Pelaksanaan Audit NMC terkait issue2 tata kelola program
  5. Terkait surat dari Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa tanggal 16 Agustus 2013, bahwa akan dilaksanakan Kegiatan Monitoring Survey Indikator Keberhasilan PNPM MPd Generasi dengan jumlah Team 11 orang dari unsur PSF, NMC dan PSKK UGM, Tujuan : untuk melihat gambaran informasi dasar tentang indikator baru yakni seberapa besar prosentasi anak di bawah 2 tahun yang mengalami stunting
  6. Data Collection dilaksanakan dari tanggal 9 September – 13 Oktober 2013
  7. Penyusunan Based Line Exit Strategi di Kab Sbang, Sumedang dan Kuningan
  8. Ada tambahan dana $ 80 juta dengan tambahan kegiatan Reduce Stunting
  9. Pelaksanaan Reduce Stunting Minimal dilaksanakan 3 tahun, yang akan dilaksanakan mulai TA 2014
  10. Optimalisasi kegiatan Kesehatan dan pendidikan sesuai prosedure
  11. Fokus PNPM (Generasi) “ZERO % Corruption”, Rp 50 saja penggunaan dana oleh Fasilitator akan diusut sampai tuntas
  12. Tambahan Materi pendukung bidang Pendidikan dan Kesehatan setiap pelaksanaan Rakor
 
Selanjutnya Ibu Yuti sebagai Faskeu memberikan pengetahuan yang sangat  bermanfaat bagi fasilitator diantaranya pengenalan diri sebagai pelatih, dengan memberikan quisioner yang harus di isi dan di nilai oleh masing-masing fasilitator Ibu Yuti memberikan kesimpulan yang dapat membuat segar semua yang hadir  Setelah sebelumnya melakukan evaluasi dan pemantapan tentang laporan UPK.


Tampak para peserta serius dalam pengisian quisioner yang dibagikan.

Rakor kali ini di tutup oleh bapak aheng  yang mengulas tentang RKTL dan rencana Pra Audit antar Kecamatan.
Demikian Rakor kali ini yang agendanya cukup padat dan banyak target yang harus di lakukan FK dan FT,
 SEMANGAT  TERUS  FASILITATOR!




Jumat, 16 Agustus 2013

APLIKASI PROTAK

"YUK KITA BELAJAR BARENG,  SALING KOREKSI BILA ADA YANG SALAH....." itu pemikiran saya ketika akan memposting tulisan kali ini.

ternyata aplikasi protak ini merupakan rangkuman dari PTO yang kalo di cetak pasti tebalnya se alaihum gambre'ng.
(kagak percaya........, sok silahkan baca PTO nya, di jamin 3 hari baru kelar hehehehe.....)

kelebihan lain dari aplikasi ini adalah dapat menjadi catatan kegiatan seorang FK dalam menjalankan tugasnya karena coba kita perhatikan baik baik..........,
"ketika tahapan baru kita input,  maka jenis tahapan tersebut akan menghilang secara otomatis dari tabel pilihan tahapan kegiatan yang ada. dan untuk selanjutnya kita dapat mengupdate tahapan tahapan tersebut sesuai dengan progress yang ada, dan apabila kita melewatkan suatu tahapan kegiatan, maka aplikasi ini akan menampilkan pemberitahuan tahapan apa dulu yang harus di update."
prinsip kegunaannya mirip mirip buku saku elektronik yang sekarang sudah berkembang menjadi IPAD sebenarnya IPAD dengan system sederhananya itu dibuat untuk lebih efisien agar kita tidak usah membawa pulpen atau buku notes kemana-mana (biar nggak dikira tukang kridit, padahal lagi butuh nyari kriditan hahahahahaha...).

kalo kita udah paham penggunaan serta tahapan-tahapan kegiatan dalam aplikasi ini dijamin pasti enjoy, dengan modal netbook dan batrenya yang oke, kita bisa mobile dalam mengupdatenya.

tahapan kegiatan di PNPM Mandiri Perdesaan (dalam aplikasi protak) biasanya di mulai dengan MAD (musayawarah antar desa) dan di akhiri dengan plakat/prasasti, tapi sebenarnya ada satu tahapan akhir yang kayaknya belum pernah penulis melihatnya, TAHAPAN PENGEMBALIAN DANA, yup.... semua pengeluaran dalam suatu kegiatan harus ada pertanggungjawabannya.

oh ya ampir lupa..., PTO dalam aplikasi PROTAK ini ada 4, yang artinya ada 4 jenis program PNPM Mandiri Perdesaan yang sedang berlangsung saat ini, di antaranya :
  1. PNPM-PPK, PNPM-PERDESAAN
  2. PNPM GENERASI
  3. Pola Khusus Pasca Bencana
  4. PNPM Integrasi-P2SPP

yang perlu di garis bawahi dalam postingan kali ini adalah : "SEMUA APLIKASI DI DUNIA INI DI BUAT UNTUK MEMBANTU ATAU MEMPERMUDAH SESEORANG DALAM PEKERJAANNYA."
dengan catatan seseorang yang akan menggunakannya harus paham dulu isi dan tujuan dibuatnya aplikasi tersebut, seperti kata pepatah bilang "tak kenal maka tak sayang....."
aplikasi protak kab.sumedang per bulan agustus 2013 http://www.4shared.com/rar/wzJFTLpI/Protak_190_R3-Sumedang.html

Selasa, 13 Agustus 2013

LAPORAN SOFTCOPY YANG DI SAJIKAN OLEH PNPM MANDIRI PERDESAAN KAB. SUMEDANG


Laporan adalah salah satu hasil dari suatu kegiatan, isi laporan kalau kita perhatikan rata-rata bercerita dari awal sampai akhir suatu program atau tahapan, keberhasilan suatu program bisa di nilai dari isi laporan yang disajikan, untuk itu harus ada pedoman pedoman yang digunakan dalam pelaporannya.

Dari semua laporan PNPM Mandiri Perdesaan Kab.Sumedang ini ada beberapa laporan yang di sajikan dalam format softcopy dengan menggunakan APLIKASI MICROSOFT ACCESS, aplikasi ini konon katanya mudah dalam penggunaannya (hebaatt....lah) laporan tersebut antara lain :
  1. Protak, laporan ini berisi tentang laporan progress tahapan sesuai dengan urutan tahapan yang ditentukan dalam PTO. laporan ini dilaporkan setiap minggu oleh Fasilitator Kabupaten kepada Propinsi, isinya adalah rekapitulasi tahapan yang dilaksanakan oleh Kecamatan-Kecamatan Binaan yang di fasilitasi oleh fasilitator kecamatan. oh ya ampir lupa, di protak ini dilaporkan juga nominal pencairan dan penyaluran dana yang di anggarkan untuk tiap2x kecamatan.
  2. Protan, laporan ini berisi tentang progress kegiatan yang berlangsung, (bingung kan.?? sama..hehe). saya akan mencoba menjabarkan..., dari hasil tahapan yang dilaksanakan (pada PROTAK) maka akan muncul suatu kegiatan program misalnya pembuatan rabat beton jalan, nah... tentunya kegiatan ini harus melalui prosedur yang jelas karena sudah pasti ada penyaluran dana didalamnya, akan tetapi di laporan protan ini hanya melaporkan porsentase progress dari pembuatan rabat beton itu, dari mulai priotas usulan kegiatannya sampai pada pembuatan prasasti alias finish.
  3. DB UPK, wuueeehhh... kalo laporan yang satu ini lumayan asyik (bisa bikin kurang tidur ama lupa mandi), isinya laporan keuangan dari dana perguliran dan operasional UPK, ada SPP, ada juga UEP itu untuk laporan pergulirannya, ada juga laporan operasional, neraca, sampai jumlah kelompok yang dilayani serta yang agak bermasalah ada di DB UPK, di laporan ini ada pula laporan pencairan dana yang bermacam macam, APBN, APBD, DOK, dan SWADAYA. 
nah cukup sederhana bukan???... hehehe, sebetulnya kalau cara nginputnya sih gampang, tapi metode cara pengumpulan datanya serta validasinya yang mumet, nah buat AssMIS Kabupaten, sharing dong kalo punya metode yang jitu, karena yang saya baca di pedoman buku microsoft, orang yang rajin sharing itu matinya masuk surga hahahahaaaa.........., (meskipun foldernya penuh dengan virus gkgkgkgkgk)

Senin, 29 Juli 2013

win win solution



Pernahkan anda mendengar istilah Win-Win Solution? Atau pernah mengalami situasi seperti itu? Istilah ini umum terjadi saat kita bernegosiasi atau saat kita menghadapi situasi konflik. Win-win solution secara sederhana dapat diartikan suatu situasi dimana para pihak (umumnya dua pihak) memperoleh keuntungan dan atau kerugian yang relatif seimbang saat memutuskan suatu permasalahan yang melibatkan kepentingan para pihak tersebut.
Dalam situasi bisnis, politik maupun sosial sering kita dihadapkan pada benturan kepentingan dengan pihak lain. Situasi ini terkadang sulit diselesaikan bahkan kemudian tidak jarang yang harus dilanjutkan dalam jalur hukum. Berlarut-larutnya penyelesaian konflik dan tidak tuntasnya negosiasi sering sekali berpangkal pada egoisme para pihak sendiri yang hanya melihat kepentingan sendiri dan mengabaikan kepentingan pihak lain.
Ketidakjujuran dan ketidakterbukaan merupakan faktor lain yang turut menyuburkan konflik dan menghambat proses negosiasi. Melihat permasalahan dari perspektif yang tunggal atau dari satu sisi saja turut memperkeruh penyelesaian suatu konflik. Keengganan melihat permasalahan secara menyeluruh dengan turut mempertimbangkan perspektif phak lain membuat penyelesaian konflik sulit tercapai.
Keinginan untuk menang sendiri turut menyumbang kegagalan sebuah negosiasi. Tidak memberikan kesempatan pihak lawan untuk memperoleh secara objektif dan adil apa yang menjadi tuntutannya merupakan hambatan terhadap penyelesaian suatu konflik.
Seorang pakar dalam bidang manajemen, perilaku organisasi dan komunikasi – Michael LeBoeuf, Ph.D – mengatakan jika orang hanya ingin mendapatkan apa yang ia inginkan dengan tidak memperdulikan kepentingan apapun dari pihak lain maka situasi ini biasanya akan menghasilkan perang, perceraian, tuntutan hukum, sakit hati, hilangnya pelanggan dan berakhirnya suatu hubungan bisnis. Ia menyebutkan perlunya pendekatan win-win solution, yaitu bekerja dengan pihak lain untuk menemukan solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak.

Michael LeBoeuf, Ph.D, menganjurkan beberapa cara untuk melakukan pendekatan win-win solution dalam rangka menyelesaikan konflik secara konstruktif, sebagai berikut :
  1. Anda harus fokus terhadap tujuan yang ingin anda capai. Anda harus yakin terhadap apa yang akan anda putuskan. Seperti menetapkan keuntungan yang ingin anda raih, mendapatkan harga yang murah dari pemasok atau meluaskan pangsa pasar.
  2. Anda harus bisa mengendalikan emosi dengan cara meredakan emosi dari masalah yang dihadapi. Cobalah berpikir anda sebagai pihak ketiga yang sedang mengamati dua pihak lain yang berkonflik. Jangan terseret emosi dan amatilah masalah tersebut dengan objektif.
  3. Anda harus memahamai betul tugas anda dan lakukan tugas tersebut. Cari tahu apa yang diinginkan pihak lain. Konflik terjadi karena orang memiliki kepentingan lain dan melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Letakkkan diri anda di posisi yang berbeda. Pahamilah posisi mereka dan coba rasakan jika anda menjadi mereka.
  4. Fokuslah pada masalahnya bukan pada orangnya. Jangan bertindak defensif atau menjadi emosional. Berkomunikasilah dengan cara yang hangat dan tidak mengvonis. Jangan tergesa-gesa menuju solusi, jangan menyela atau menantang, ciptakan posisi interaksi yang positif.
  5. Setelah memahami posisi masing-masing lalukan pertukaran pendapat dan gagasan. Jangan langsung mengevaluasi gagasan atau pendapat orang lain, catat saja dan renungkan. Secara bertahap buat solusi semakin mengerucut, ingat : lakukanlah secara bertahap, tidak melompat dan jangan tergesa-gesa.
  6. Pada saat sampai pada solusi yang memuaskan, sepakati dan terjemahkan kedalam tindakan. Jangan bersikap untuk berupaya mendapatkan semua yang kita inginkan. Berikan secara adil apa yang menjadi bagian pihak lain. Kita harus dapat mempertahankan jalinan hubungan yang harmonis dan ciptakan situasi agar semua pihak yang terlibat perundingan keluar dengan situasi yang nyaman. Jika ada hal-hal prinsip tentang kesepakatan maka hal tersebut perlu dituangkan secara tertulis dan ditandatangani para pihak.
Inti pendekatakan win-win solution adalah adalah adanya sebuah solusi yang memuaskan semua pihak, bukan kemenangan satu pihak, atau kemenangan semu. Semua pihak harus mendapat keuntungan atau kerugian yang proporsional sesuai dengan posisi objektif para pihak yang terlibat.
Menutup tulisan ini layak kutip sebuah pandangan dari pakar manajemen dan pengembangan kepribadian Robert E. Dittmer, yaitu :
“Keputusan mufakat hampir selalu menghasilkan keputusan yang bermutu lebih bagus serta penerimaan dan pelaksanaan kelompok dengan segera

Kamis, 25 Juli 2013

TRIP TO SURIAN PART 2
Surian ternyata

TRIP TO SURIAN

Surian, kecamatan yang cukup jauh..., berbatasan langsung dengan kabupaten Subang dan Indramayu. kurang lebih 35km atau 1 1/2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari pusat kabupaten Sumedang.

Surian mempunyai Alam yang sangat asri serta masyarakatnya yang ramah menjadikan kita merasa segar dan betah apabila berkunjung ke sana.

Ada 9 desa di kecamatan ini, akan tetapi hanya ada 6 desa yang mendapat program dari PNPM Mandiri, serta ada 7 kegiatan didalamnya. dengan di guide oleh mang Farli yang bertugas sebagai fasilitator teknik di sana kami melakukan perjalanan yang asyik sambil ngabuburit menunggu buka puasa.

Jalan menuju surian ini mirip alur kehidupan kita (kadang mulus kadang rinjul) hehehehe, lewat jembatan dengan alas kayu, gerombolan sapi yang lagi menuju tempat merumput, serta segerombolan manusia yang sedang mengaspal jalan....... (hehehe punten nyak mang, ngiring ngalangkung!!!).
Perhentian kami yang pertama adalah di desa surian, kami disuguhi pemandangan yang sangat indah yang konon menurut mang farli bukit yg diseberang itu adalah indramayu (wadooo....,pantesan asa jauh mang), di sana kami melihat pula pohon2x jati yang masih kecil, menurut mang farli di surian ini terkenal juga dengan kayu jatinya. ketika sdng asyik menikmati pemandangan muncul bapak PJOK hendak menuju kantor kecamatan, akhirnya setelah di sepakati perberhentian kedua adalah kantor kecamatan.

Selesai di kecamatan kami menuju kantor UPK Surian, kantornya bersih rapih cuma teu di suguhan da bulan puasa hahahaha........
di UPK mang farli bercerita bahwa di desa Ranggasari baru selesai pembangunan jalan rabat beton dari anggaran tahun 2013, wuueeyyyy...., rapi kerjaanna bray, teu percaya ? tah tingali we photona
hade mang......... celius.....
ada rasa bangga jadi bagian dari PNPM Mandiri kalo ngeliat ini, bangga dengan di fasilitatori oleh punggawa PNPM, jalan rapi tersebut bisa dinikmati oleh warga desa ranggasari.
jangan salah loh masih ada program2x lain yang di motori oleh PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan surian ini, tapi karena keterbatasan waktu, ntar deh di sambung lagi karena saat ini rencananya kami akan menuju desa suriamukti yang katanya sedang di aspal ???? (naha di aspal nyak????). tunggu aja ceritanya....